Sunday, 6 October 2019

Mengenal Arti Kata Kafkaesque

Franz Kafka


Lahir di Praha pada 3 Juli 1883, yang sekarang adalah ibukota Republik Ceko, Franz Kafka lahir dalam keluarga menengah keatas. Setelah mempelajari hukum di University of Prague, dia bekerja sebagai pegawai asuransi dan penulis. Pada tahun 1923, dia berpindah ke Berlin untuk fokus pada karangannya.

Kafkaesque


Bila kamu terbangun lalu tubuhmu berubah menjadi serangga, kamu bisa menggatakan situasi ini merupakan sesuatu hal yang “Kafkaesque” maka kamu tidak salah karena Kafkaesque bila diartikan secara sederhana merupakan “gaya tulis Franz Kafka”. Dan dalam buku Franz Kafka yang berjudul Metamorphosis menceritakan tentang seseorang yang berubah menjadi serangga.


Dan jika seandainya kamu mengirim sebuah email berisi resume untuk lamaran kerja online, dan dipanggil hanya untuk mengisi semua resume dan pengalaman kerjamu dalam format yang berbeda kamu juga bisa menyebut hal ini Kafkaesque, dan kamu tetap benar, karena kata ini umum digunakan untuk mendeskripsikan perihal suram tentang birokrasi yang tak berujung.


Namun itu bukan “sepenuhnya” arti kata Kafkaesque. Cerita-cerita Kafka bukan hanya tentang birokrasi yang menjengkelkan, tapi tentang birokrasi yang menghancurkan jiwa dan tidak logis melebihi tragedi hingga kembali menjadi komedi. Dalam karyanya, dewa laut terlalu sibuk mengurus dokumen-dokumen hanya untuk menjelajahi lautannya sendiri, pemain sandiwara melaparkan dirinya hingga mati atas nama seni, dan masyarakat ditahan tanpa alasan yang jelas.


Penulis biografi tentang Kafka, Frederick Karl merasa jengkel oleh penggunakan kata “Kafkaesque” yang hanya diartikan sebagai rasa frustasi atau birokrasi. Dia berpendapat bahwa Kafkaesque memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan dengan frustasi belaka :

“Kafkaesque adalah ketika kamu masuk dalam dunia surealis dimana semua pola pikir, semua rencanamu, semua kisah yang membentuk karaktermu mulai runtuh satu persatu.”

Dalam novelnya yang berjudul The Trial, seorang kasir bank bernama Josef K. ditahan atas tindak kriminal yang tak ditentukan, dan harus menjalani proses birokrasi yang semakin lama semakin memusingkan hanya untuk menemukan persidangannya sendiri, hingga akhirnya dieksekusi tanpa tahu bagaimana dia bisa berada disituasi yang dialaminya.

Definisi Frederick Karl menjadi lebih spesifik, karena ketika kamu (karakter protagonis Kafka) dimasukkan dalam dunia surealis tersebut, secara natural kamu akan mencoba untuk balik melawan:

“Kamu tidak menyerah, kamu tidak terkapar dan meninggal. Yang kamu lakukan adalah berusaha keras melawan dengan seluruh senjatamu, dengan semua yang kamu miliki. Tetapi pada akhirnya kamu tidak memiliki peluang untuk menang. Itulah Kafkaesque”

Jadi mengirim dan mengisi ulang resume mungkin adalah sesuatu hal yang Kafkaesque secara umum. Tapi jika kamu memanggil perusahaan untuk komplain tentang mengisi ulang resume, panggilanmu dialihkan, harus menghampiri beberapa kantor, berakhir dipersidangan, dan akhirnya dieksekusi karena alasan yang tidak jelas, maka ini adalah Kafkaesque sesungguhnya.

Dalam buku The Metamorphosis, Gregor Samsa terbangun dan tubuhnya berubah menjadi serangga besar, hal pertama yang diprihatinkannya adalah bagaimana cara menuju tempat kerja dengan tepat waktu. Tentunya, dengan keadaan yang dialaminya, dia tidak bisa bekerja sama sekali. Dan inilah tema dalam karya-karya Kafka. Dalam cerita Poseidon, sang dewa laut tak dapat menjelajahi lautan karena dia terikat oleh tugas dokumen-dokumennya, dan dia mengerjakan tugas dokumen karena dia tidak percaya pada bawahannya untuk mengerjakan dokumen-dokumen ini, dialah yang membebani dirinya sendiri dengan pekerjaan ini.


Josef K. telah ditahan secara tidak adil, pihak otoritas tergagap-gagap menjelaskan tentang kasus yang diterima Josef. Hukum-hukum ini seperti dibuat dengan sendirinya, namun semua orang mematuhinya.

Proses Hukum dalam karya Kafka selalu berbelit-belit. Lembaga Hukum seperti tercipta bukan untuk menjunjung keadilan namun untuk mengabadikan Lembaga Hukum. Dalam setiap persoalan, Kafka menunjukkan bahwa kita, roda gigi dalam mesin-mesin ini, bisa menjadi sama konyol dan tidak logis dengan mesin yang kita gerakkan. Terutama saat kita mencoba melawan sebuah sistem dengan sistem itu sendiri, menuruti aturan yang tidak masuk akal untuk meraih tujuan yang belum tentu kita inginkan.

Kafka berkeluh-kesah dan mengkritik birokrasi konyol dalam setiap karyanya. Tapi dia juga mengundang kita untuk melihat dan tertawa pada konyolnya kehidupan sehari-hari.

Jadi, bila tubuhmu berubah menjadi serangga, ingatlah bahwa ada hal yang lebih penting dikehidupan daripada datang kerja tepat waktu.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Franz_Kafka
https://www.flickr.com/photos/shogun613/4808613003/
https://www.flickr.com/photos/kongharald/3821492016
https://www.flickr.com/photos/usfperformingarts/8001041332/
Direkomendasikan Untuk Anda :

0 comments: