Friday, 11 October 2019

Membangun Rasa Percaya Diri dan Kegigihan Pada Anak

Apa itu Ketabahan? Dr. Angela Duckworth adalah peneliti unggul dalam bidang ini dan penulis sebuah buku berjudul Grit. Dr Angela mengartikan ketabahan sebagai semangat dan kegigihan untuk tujuan jangka panjang. Kalimat ini sudah sering terdengar dalam kehidupan orang dewasa, tapi bagaimana dengan anak yang masih berkembang?

Kegigihan adalah hal yang lebih krusial untuk kesuksesan dibandingkan IQ. Melalui riset Dr. Angela yang telah diselenggarakan di Harvard, Dr Angela berpendapat bahwa memiliki kegigihan merupakan predictor yang lebih baik untuk kesuksesan seseorang dibandingkan dengan IQ. Ini berarti menjadi anak terpintar di kelas tidak menjamin kesuksesan anak. Mereka mungkin brilian, tapi jika tidak didampingi dengan motivasi secara intrinsik, itu akan sia-sia.

Kegigihan menentukan kesuksesan jangka panjang, bila seorang anak tidak bisa bangkit dan mencoba lagi setelah kegagalan, bagaimana mereka bisa melakukannya saat dewasa?
Salah satu harta paling berharga yang Orang Tua bisa berikan kepada anak adalah membantu mereka menemukan passion, talenta, dan kegigihan untuk meraih mimpi mereka, dibawah ini adalah beberapa tips untuk membangun rasa percaya diri dan kegigihan pada anak.

1. Dukungan adalah Kuncinya

Ketika anak ingin belajar mengendarai sepeda, apakah mereka tetap berusaha atau menyerah saat percobaan pertama

Apabila mereka tidak dibimbing untuk berdiri dan mencoba lagi, dan malah, maka mereka dididik untuk bermain aman.

Manja bukan hal yang searah dengan kegigihan. Si anak perlu dukungan untuk mencoba lagi, ini bisa dilakukan dengan sebuah kata-kata seperti “kamu pasti bisa, kami percaya denganmu” atau “kami tahu walaupun kamu jatuh lagi kamu akan mencoba lagi hingga akhirnya bisa”.

Dukungan untuk terus mencoba adalah hal yang sangat membantu membangun rasa percaya diri anak. Dan rasa percaya diri ini akan membantu mereka terus mencoba.

Apabila seorang anak berpikir mereka tidak bisa melakukan atau tidak seharusnya melakukan sesuatu, mereka tidak akan pernah. Jiwa adalah hal yang kuat. Bila seorang anak berpikir bahwa mereka tidak akan sukses, maka mereka tidak akan sukses. Bagian dari membangun mental anak untuk percaya pada diri sendiri berawal dari dukungan orang tua, rekan dan guru.

Semangati Mereka
Seberapa banyak anda mendengar kisah sukses berawal dari dorongan seseorang bahwa mereka percaya padanya.

Seorang pelatih, ibu, guru maupun teman dekat memiliki pengaruh yang besar dengan percaya pada kemampuan anak untuk sukses dan menyuarakan pendapat meraka pada si anak. Kata-kata adalah hal yang kuat, gunakan untuk membangun anak dengan berkata bahwa mereka bisa walaupun mereka harus mencoba dan mencoba lagi.

Jadilah pendukung mereka. Pendukung tidak hanya mendukung ketika timnya menang. Mereka memberi semangat agar timnya tetap berusaha.

Hal yang sama berlaku pada anak. Kita bergembira pada kesuksesan mereka, tapi juga memberi semangat untuk tetap berjuang ketika kehidupan menjadi sukar dan keras.

Jangan Memaksa Mereka
Kita tidak bisa memaksa anak untuk terus mencoba. Mereka harus melakukannya dengan kemauan sendiri.

Contohnya, pada saat anak mencoba menali tali sepatu pertamanya mereka sangat kesusahan dan menyerah. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk terus mencoba pada hari yang sama. Mereka perlu jeda dan mencobanya di lain hari. Pada bulan-bulan berikutnya mereka berhasil karena keterampilan motorik halus si anak sudah berkembang. Akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan pada si anak jika kita memaksa sesuatu hal yang belum siap untuk mereka pelajari.

Namun ada beberapa batasan yang bisa diterapkan pada kasus lain. Seperti, ketika sang anak mencoba sebuah aktivitas baru dan berhenti ditengah-tengah karena mereka merasa tidak pandai dalam aktivitas itu kita punya peluang untuk tetap menyemangati mereka dan menunjukkan pada si anak bahwa berhenti bukanlah sebuah opsi.

Bila sang anak hebat dalam segala hal mereka tidak akan belajar tentang kegigihan dan ketabahan. Mereka membutuhkan suatu hal yang menantang bagi mereka. Ketika merika bukan yang terbaik dalam melakukan sesuatu dan walaupun mereka adalah yang terburuk, ini membantu mereka merasakan perjuangan. Karena perjuangan membangun karakter.

2. Bantu mereka keluar dari Zona Nyaman

Bantu mereka menemukan hal baru dalam berbagai bidang baik itu olah-raga, musik ataupun kesenian. Karena dengan mencoba hal baru si anak akan merasakan tentang perjuangan dan rasa ketidaknyamanan. Bagaimana mereka mengatasi masalah yang datang merupakan hal yang sangat penting untuk perkembangan anak.

3. Kegagalan adalah hal yang biasa

Anak akan gagal dalam beberapa hal dikehidupan, biarkanlah. Jangan “menyelamatkan” anak anda dari kegagalan. Jika mereka tidak gagal, mereka tidak akan punya peluang untuk bangkit dan mencoba lagi.

Jikalau kita menarik anak kita dari sebuah aktifitas karena kita menyadari hal ini akan menjadi hal yang sangat sulit dan melelahkan si anak tidak akan merasakan kegagalan dan kerja keras. Dengan membiarkan si anak mengalami kegagalan-kegagalan kecil dalan kehidupan akan memberi pelajaran yang takkan diperoleh di kelas. Mereka belajar tentang kekuatan yang ada pada diri mereka untuk mencoba lebih keras, untuk berlatih agar terjadi perubahan, dan tetap mencoba walau mereka ingin menyerah.

Kegagalan adalah hal yang memalukan bagi beberapa orang. Belajar untuk mengatasi rasa malu adalah hal yang sama dengan mengatasi rasa takut. Mereka akan merasakan kegagalan saat mereka dewasa. Dan mereka akan siap mengatasi kekecewaan dalam kehidupan jika mereka telah belajar untuk menangani rasa malu akan kegagalan sejak dini.

Belajar menghargai tentang arti berlatih dan bertahan ketika menghadapi rasa takut dan kegagalan adalah hal yang tak ternilai harganya.

Kegagalan adalah hal yang penting untuk belajar berkembang. Sukses tidak akan datang dengan mudah kepada anak yang dilindungi dari kegagalan karena mereka tidak membangun kemampuan untuk bertekun.

Kegigihan datang dari mereka yang telah belajar waktu demi waktu tentang bagaimana mengatasi rasa takut dan tetap belajar untuk menjadi lebih baik.

4. Belajari Mereka untuk Mencoba Lagi

Yakinkan anak anda untuk mencoba lagi. Jangan biarkan mereka menyerah pada percobaan pertama.

Hidup itu Keras. Jika kita menyerah pada setiap hal pada percobaan pertama, kita takkan pernah belajar hal baru. Kita perlu mendidik anak bahwa mencoba adalah bagian dari kehidupan.

Bantu mereka dengan semangat dan support. Berlatih dengan mereka, beri mereka tutor atau pelatih jika diperlukan, apapun yang diperlukan untuk membantu mereka kembali mencoba dan berlatih.

Pecah Masalahnya
Kadang kegagalan datang karena mereka mencoba beberapa hal sekaligus dalam waktu bersamaan dan mereka belum mengerti komponen-komponen kecilnya.

Contohnya, dalam pelajaran matematika, murid tidak akan langsung belajar tentang kalkulus pada pertemuan pertama. Tentu tidak, mereka perlu proses, dimulai dari matematika dasar, algebra, geometri, trigonometri, dan pre-calculus kemudian mereka belajar tentang kalkulus.

Bila mereka belajar tentang kalkulus sebelum fondasi dasar tentang matematika, mereka akan gagal.

Bantu anak anda mencoba lagi dengan memecah masalah tentang apa yang mereka pelajari.

Tidak semua skill gampang dipelajari oleh anak. Bantu mereka dengan memecah masalah menjadi beberapa tugas kecil yang dapat diatur adalah salah satu jalur yang bisa kita ajarkan pada anak tentang kegigihan. Mereka belajar membangun skill dengan ketekunan, latihan, membangunnya dari pengalaman dan pengetahuan.

5. Biarkan Mereka Menemukan Passion

Anak anda mungkin adalah pianis yang hebat. Namun, bila mereka tidak menemukan passion dalam berpiano, mereka mungkin tidak akan bahagia atau merasa terpenuhi untuk menjadi pianis.

Membantu anak menemukan talentanya adalah hal yang bagus, tapi biarkan si anak menemukan passion mereka.

Kesuksesan sejati datang karena mereka memiliki passion untuk aktifitas yang mereka tekuni, bukan karena mereka adalah yang terbaik. Dan mereka yang terbaik biasanya menemukan jalannya karena mereka memiliki passion tentang hal itu. Maka dari itu biarkanlah si anak mencoba beberapa hal agar mereka bisa melakukan sesuatu yang mereka cintai.

6. Puji untuk Upaya Meraka, bukan Hasil

Memuji upaya menjaga mereka agar tetap termotivasi dan terus mencoba. Bila anda fokus pada hasil, ketika mereka gagal mereka akan merasa putus asa.

Fokus pada fakta bahwa anak telah bekerja keras dan dengan bekerja keras merupakan hal yang amat baik akan membantu mereka membangun semangat untuk mencoba lagi. Ketika anda membuat kebiasaan untuk fokus pada hasil akhir, maka kegagalan akan selalu dihindari, termasuk mengambil resiko.

Mengambil resiko adalah hal yang dibutuhkan untuk sukses. Maka dari itu, bangunlah kebiasaan untuk memuji mereka untuk upaya mereka, walaupan hasil akhirnya bukanlah hal yang mereka harapkan, karena pada akhirnya bila mereka terus berusaha akan menemukan keberhasilannya.

7. Jadilah Teladan Kegigihan

Orang tua adalah teladan bagi anak. Secara wajar anak akan mengagumi orang terdekat dalam hidup mereka, khususnya orang tua mereka. Mereka akan melihat tentang kegigihan orang tua mereka.

Bagaimana anda menangani kesulitan-kesulitan dalam kehidupan. Mereka mungkin tidak mengetahui tentang arti kegigihan, tapi mereka akan belajar tentang kerja keras, pantang menyerah, terus mencoba ketika dihadapkan dengan kegagalan, dan semua itu akan dipelajari dari orang tua mereka.

Kesimpulan

Kegigihan adalah hal yang lebih berharga untuk meraih kesuksesan dibandingkan dengan IQ, maka dari itu kita perlu membimbing anak kita tentang kegigihan sejak dini.


Direkomendasikan Untuk Anda :

0 comments: