Kamis, 15 Januari 2015

Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Menjadi Penghasilan

Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Menjadi Penghasilan - Setiap orang memiliki kebiasaan baik dan kebiasaan buruk. Hal itu manusiawi. Jika kita hanya memiliki kebiasaan baik saja, maka kita bukan manusia melainkan malaikat. Kebiasaan buruk yang kita miliki mau tak mau harus kita sadari ada dalam diri kita. Tentunya, dengan upaya untuk memperbaikinya dari hari ke hari.

Namun, siapa sangka, ternyata ada kebiasaan-kebiasaan buruk seseorang yang bisa menjadi sumber penghasilan lho! Kok bisa? Iya, lah. Bagi orang kreatif, tidak ada hal yang sia-sia. Semua bisa jadi uang. Orang yang mendaur ulang barang bekas dapat mengubah barang-barang yang tak berguna menjadi barang yang bisa dijual dengan harga tinggi. Hampir sama dengan analogi daur ulang tadi, kamu bisa mengubah kebiasaan burukmu menjadi hal yang lebih berguna dan menghasilkan uang.

Berikut ini Izwie bakal merangkum kebiasaan buruk dan cara mengubahnya menjadi uang. Selamat menyimak ya, Guys!

Karir Buat Si Cerewet

Karir Buat Si Cerewet
Kamu suka banget ngomong? Banyak orang yang sebel atas kecerewetanmu? Tenang, kamu bisa mengalihkan kebiasaan cerewetmu menjadi lebih berguna dengan menjadi penyiar radio atau pembawa acara. Coba latih skill bicaramu menjadi lebih baik dengan mempelajari berbagai teori public speaking dan aplikasikan pada karirmu sebagai penyiar radio atau pembawa acara. Dijamin, cerewet-mu akan lebih terarah dan tentu saja kamu dibayar untuk itu. Asyik, bukan?

Jika kamu memiliki tingkat percaya diri yang lebih, kamu bisa bikin video-video tutorial atau video humor dan unggahlah di youtube. Kamu bisa me-monetize atau menghasilkan uang dari channel youtube-mu jika videomu menarik dan dilihat banyak orang.

From Shopper to be Entrepreneur

From Shopper to be Entrepreneur
Buat kamu yang hobi banget yang namanya shopping, maka kamu perlu memanage kembali kebiasaanmu ini menjadi lebih produktif. Maksudnya, shopping alias belanja merupakan aktifitas konsumtif dan pastinya menghabiskan banyak uang. Boros banget karena kamu nggak bisa mengendalikan keinginan untuk memiliki barang-barang yang dijual di mal maupun online shop. Daripada hidup kamu jadi tekor karena sifat konsumtif-mu, mendingan kamu alihkan hobi kamu dari tukang belanja (shopper) menjadi pengusaha (entrepreneur).

Memang menjadi pengusaha tidak mudah, namun bisa dipelajari, kok. Kamu yang hobi belanja, pasti tahu barang bagus, apa yang diminati orang saat ini, dan dimana kamu bisa mendapatkan barang tersebut. Lebih bagus lagi kalau kamu jago nawar. Kamu manfaatkan skill belanja kamu untuk menjual berbagai macam barang yang biasa kamu beli. Misalnya, kamu suka fashion, maka jadilah pengusaha fashion. Selain memuaskan keinginan belanja, kamu juga bisa meraup keuntungan dengan menjadi pengusaha. Mantap, kan?

Buat Kamu Yang Suka Kepo

Buat Kamu yang Suka Kepo
Suka stalking timeline mantan? Atau, ngegosipin orang? Nggak usah tersinggung dan marah kalau itu kenyataan (hehehe, peace!). Sadarlah, Guys, hidupmu terlalu berharga buat ngelakuin hal-hal yang nggak masuk akal kayak gitu. Mendingan kamu alihkan kebiasaan burukmu itu menjadi hal yang bermanfaat.

Caranya, alihkan rasa ingin tahumu yang besar untuk mempelajari hal-hal berguna. Kamu bisa bergabung menjadi tim penulis di website berita, dengan bekal stalking-stalking tentang artis yang sedang naik daun. Atau menulis artikel yang bermanfaat. Dengan begitu, rasa ingin tahumu akan teralihkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Bukan hanya untuk mencampuri kehidupan orang lain dan larut dalam kesia-siaan. Hebatnya lagi, kamu bisa dapet duit dari menulis. Coba deh!

Buat Yang Males Cuci Baju

Buat yang Males Cuci Baju
Nah, kalau yang ini parah banget nih. Baju-baju kamu sendiri. Tapi kok males nyuci, ya? Maunya di laundry terus. Duh. Ini sih namanya males yang merugikan, karena akan menjadi kebiasaan boros. Memang enak kalau ada yang nyuciin, namun kantongmu bisa jebol kalau terus mengandalkan laundry.

Solusinya? Coba kamu bikin usaha laundry! Yups, dengan membuka jasa laundry, kamu bisa cuci baju kamu di tempat laundry-mu sendiri sekaligus membuka peluang penghasilan dari usaha laundrymu. Kamu tetap bisa memakai jasa karyawan, namun kamu bisa lebih bertanggung jawab sekaligus mendapat penghasilan dari "kebiasaan burukmu" malas cusi baju. Sounds better?

Sebenarnya masih banyak lagi kebiasaan buruk yang bisa kamu alihkan menjadi sesuatu yang lebih bermakna dan menghasilkan sesuatu. Ternyata, selain dari hobi, merintis usaha juga dapat dilakukan dari inspirasi kebiasaan buruk yang kamu miliki. Selamat mencoba!
Direkomendasikan Untuk Anda :

0 komentar: