Kamis, 22 Januari 2015

7 Pola Pikir Positif Yang Harus Dimiliki Oleh Karyawan - Part 1

Pola Pikir Positif Yang Harus Dimiliki Oleh Karyawan - Bekerja adalah kewajiban bagi setiap orang untuk memperoleh penghasilan demi kelangsungan hidupnya. Bekerja disini tentunya sesuai dengan karir yang dipilih oleh masing masing orang. Ada yang menjadi PNS, karyawan, pengusaha, profesional, pengusaha, seniman dan pekerja lepas. Setiap orang memiliki hak untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan mereka.

Bagi yang memutuskan untuk menjadi karyawan, tentunya mereka sudah memilihnya dengan berbagai pertimbangan (atau keterpaksaan?). Karena setiap pekerjaan memiliki konsekuensi, begitu pula dengan menjadi karyawan. Ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh seorang karyawan.

Konsekuensi tersebut antara lain waktu yang digunakan untuk bekerja sudah diatur oleh perusahaan atau instansi tempat mereka bekerja, jumlah gaji dan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi. Hal itulah yang menjadi penyebab seseorang yang berstatus karyawan menjadi merasa terkekang dan "jenuh" dengan pekerjaannya. Ada pula yang merasa tidak nyaman dengan rekan-rekan satu tempat kerja, masalah gaji dan cuti yang sulit.

Akibatnya, tak jarang para karyawan mengungkapkan keluh kesahnya di media sosial yang dimilikinya. Lambat laun, pola pikir yang demikian menumbuhkan bibit-bibit pikiran negatif yang dipupuk setiap hari. Dan akhirnya menjadi nggak enjoy lagi menikmati pekerjaan dan terbebani dengan hal-hal negatif.

Oleh karena itu, Izwie mencoba menghadirkan 7 pola pikir positif yang harus dimiliki oleh karyawan agar kamu yang berstatus karyawan bisa menikmati pekerjaanmu dengan sepenuh hati, tanpa banyak berkeluh kesah. So, siap-siap buat menyimak ya, Dear!

1. Hidup Cuma Sekali, Masa Muda Tak Lama Lagi

Hidup Cuma Sekali, Masa Muda Tak Lama Lagi
Buat kamu yang baru lulus kuliah dan memutuskan bekerja kantoran, di awal bekerja kamu tentu merasa bangga dengan statusmu. Sudah bekerja di perusahaan ternama, gaji tinggi, dan kamu bersemangat dengan lingkungan barumu. Namun setengah tahun hingga setahun berselang, masa euforia kamu sudah selesai, dan kamu menghadapi kenyataan bahwa pekerjaanmu sungguh berat dan membosankan. Kamu jadi jarang nongkrong dengan temanmu, bahkan tak ada waktu bercengkerama dengan keluarga karena tiap hari bekerja nine to five, dan Sabtu-Minggu kamu pengennya cuman balas dendam tidur-tiduran bin malas-malasan di dalam kamar.

Hey Dear, kamu harus segera sadar, hidupmu hanya sekali takkan berulang lagi. Dan masa mudamu akan hilang begitu saja jika kamu tidak bisa menikmati apa yang kamu lakukan saat ini. Jika kamu nggak bisa menikmati hari-harimu di tempat kerja, kamu hanya akan menghabiskan umur demi hal yang tak kau senangi. Kamu nggak pengen "bener-bener hidup' hanya di akhir pekan, bukan? So, cobalah untuk menerima apa yang kamu kerjakan sekarang ini dengan ikhlas dan nikmati waktumu.

2. Be Positive: Jangan Penuhi Timeline-mu dengan Sampah!

Jangan Penuhi Timeline-mu dengan Sampah!
Satu-satunya hiburan kala kamu senggang adalah dengan bermain-main di media sosial. Update status FB, nge-twit, upload foto selfie di instagram, dan lain sebagainya merupakan gaya hidup yang tak terhindarkan. Coba kamu periksa timeline-mu dalam dua minggu terakhir. Berapa persen status "sampah" yang terjaring di sana? Jika lebih dari 70%, maka kamu harus waspada. Jangan-jangan kamu sudah mencemari lingkungan maya dengan status ngeluh-ngadu-ngumpat-nggak jelasmu.

Coba deh kamu tanya pada dirimu sendiri, apa sih untungnya buat para teman dan followemu jika kamu mengeluh di media sosial? Buatmu mungkin lega, tapi mereka pasti eneg baca update-an kamu yang yah... jujur saja membosankan! Belum lagi keluhan tentang tempat atau teman kerja, pasti akan membuat kredibilitasmu semakin dipertanyakan. Coba dikipirkan dan renungkanlah.

3. Belajar Bisnis

Belajar Bisnis
Ada istilah populer yang mengatakan bahwa "bosan jadi karyawan". Memang, bekerja untuk bos ada nggak enaknya. Kamu merasa tertekan dengan segala perintah, aturan, deadline, dan kreativitasmu terpangkas habis. Hal ini yang memunculkan keinginan untuk berwirausaha agar lebih mandiri dan tak selamanya menjadi "buntut paus". Suatu saat kamu harus berani memutuskan untuk menjadi "kepala teri", agar kamu tak selamanya menjadi orang yang disuruh. Suatu saat kamulah yang harus memimpin perusahaanmu sendiri.

Oleh karena itu, cobalah untuk belajar bisnis, baik secara teori maupun praktek. Sekecil apapun pengalaman bisnismu, akan berpengaruh terhadap karirmu sebagai pengusaha. So, jangan malas belajar bisnis meski latar belakang pendidikanmu bukan ekonomi dan bisnis.

Bersambung ke bagian 2 ya, Dear! Cek artikel selanjutnya di : 7 Pola Pikir Positif yang Harus Dimiliki oleh Karyawan - Part 2
Direkomendasikan Untuk Anda :

0 komentar: