Senin, 26 Oktober 2015

Inilah, 8 Perilaku Negatif Yang Menyehatkan

Perilaku yang paling sehat untukmu adalah semudah menjadi dirimu sendiri. Namun seringkali kita cenderung untuk menghindari perilaku alamiah kita sendiri, karena hal itu negatif di mata orang-orang. Padahal, tidak ada salahnya menjadi dirimu sendiri. Karena itulah sifat dasar manusia. Ada perilaku positif, ada pula perilaku negatif. Tinggal bagaimana kita menyikapi perilaku buruk tersebut, menjadi sebuah energi baru yang membuatmu lebih sehat dan positif. Ya, perilaku buruk yang disalurkan dengan baik' akan menyehatkamu.

Apa saja perilaku negatif yang dimaksud? Izwie bakalan mengungkap 8 perilaku negatif yang sebenarnya bisa menjadi sumber kekuatan untukmu jika kamu tahu cara mengelolanya. Check this out, guys!

1. Marah

8 Perilaku Negatif Yang Menyehatkan
Kamu pasti pernah merasakan kemarahan, baik itu marah dari dalam diri sendiri atau pun marah karena dipicu oleh orang lain dan keadaan sekitar. Menahan kemarahan bisa menjadi positif, namun tetap saja kemarahan harus disalurkan dengan cara yang tepat. Bukan hanya dipendam dan dibiarkan begitu saja.

Gunakan energi amarahmu untuk melakukan sesuatu yang positif. Misalnya saja dengan menulis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Pennebaker menyatakan bahwa menulis secara bebas mampu menjernihkan pikiran kita serta mengatasi trauma. Cara lain menyalurkan energi marah adalah dengan mengubahnya menjadi energi yang besar untuk melakukan kegiatan produktif.

2. Tersesat

Pernah tersesat? Tersesat dalam hal ini adalah ketika seseorang mengalami kebingungan dan kehilangan arah. Dalam pikirannya tidak ada ide untuk menemukan jalan kembali pulang. Seperti halnya saat kita tersesat di sebuah kota asing, maka pasti ada perasaan was-was bagaimana jika terjadi sesuatu pada kita dan bagaimana cara kita bisa kembali.

Coba renungkan. Saat tersesat, kita punya kesempatan untuk berpikir kreatif di luar kebiasaan kita. Naluri manusia adalah bertahan hidup, maka saat kita merasa tak tahu arah, kita akan memutar otak lebih kreatif dan menjadikan diri kita berkembang secara positif. Tersesat membuat kita mampu menemukan 'jalan pulang' yang indah.

3. Menangis

Menangis hampir sama dengan marah, yaitu sebuah respon yang ditunjukkan manusia normal untuk menanggapi apa yang telah menimpa dirinya. Kita bisa menangis saaat sedih, kita juga bisa menangis kala bahagia. Menangis tak selamanya cengeng! Setiap orang berhak memiliki waktu untuk meluapkan emosinya dengan menangis.

Menangis juga dapat melembutkan hati dan jiwa kita. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pria yang menangis lebih sehat dan bahagia. Ya, menangis dapat menyehatkan jiwa karena secara emosi tersalurkan. Kamu hanya perlu menangis di saat yang tepat. Cari waktu sendiri agar kamu bisa menangis sepuasnya, tanpa terlihat lemah di mata orang lain.

4. Menyendiri

Menyendiri bukanlah perilaku negatif, meskipun terlihat jadi anti-sosial dan arogan.Terkadang kamu butuh waktu untuk sendiri untuk memikirkan hidupmu. Memangkas kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti organisasi atau kegiatan sosial nampaknya tidak normal, namun kamu bisa mengikuti intuisi untuk melakukan hal tertentu.

Dalam menjalankan visi, kamu butuh menulikan telingamu untuk fokus menjalani apa yang menjadi impianmu. Tidak mengapa kamu menyendiri untuk sementara waktu. Menyingkirkan hal-hal yang 'berisik' seperti mematikan sosial media, atau bahkan resign dari pekerjaanmu saat ini. Lakukan hal yang menurutmu benar dan dapat meningkatkan kreativitasmu.

5. Tidak Mendengarkan Orang Lain

Tidak Mendengarkan Orang Lain
Seperti yang sudah disinggung diatas, tidak mendengarkan orang lain bisa jadi positif untukmu, meski terlihat egois dan arogan. Namun, tidak mendengarkan orang lain bisa meningkatkan fokusmu untuk mencapai tujuan. Ollie dalam bukunya You Can Do It menyatakan bahwa kita berhak menyaring siapa dan apa yang mau kita dengar, karena pengaruhnya akan sangat besar kepada kita. Kita berhak mengijinkan atau tidak mengijinkan orang lain untuk memberikan pendapatnya untuk kita. Jika meraka 'terlanjur' bicara, tak usah didengarkan. Simpel kan?

6. Melanggar Peraturan

Sebuah anekdot mengatakan: Aturan dibuat untuk dilanggar. Dalam beberapa kasus seperti penemuan (invention) membutuhkan yang namanya melanggar aturan. Kita dapat melanggar aturan tertentu untuk menemukan suatu penemuan dan manfaat yang lebih besar.

Beberapa orang hebat di dunia adalah pelanggar aturan yang baik, mereka memberikan pencerahan dengan menabrak batas-batas tertentu. Misalnya Mahatma Gandhi, John Lennon, dan Martin Luther King, Jr.

7. Tidak Pada Tempatnya

Ide-ide baru muncul saat kita berada tidak pada tempatnya. Hampir sama dengan melanggar peraturan, dengan melakukan sesuatu di luar kotak, kita akan menemukan sesuatu yang baru dalam kehidupan kita. Bahkan jika awalnya seseorang menentang kita, jika kita merasa pada posisi yang benar (dalam kacamata kita) maka lakukanlah. Jangan takut untuk berinovasi.

8. Terlalu Kritis

Orang yang terlalu kritis biasanya tidak disukai karena terlihat seperti selalu mencari-cari kesalahan dan keburukan orang lain. Namun, sifat kritis ini sangat diperlukan untuk meluruskan pikiran-pikiran yang tidak baik. Orang yang tidak suka dikritik adalah orang yang tidak suka perubahan. Sifat kritis yang kita miliki dapat disalurkan pada hal-hal yang positif seperti mengkritisi kebijakan yang buruk, atau mengkritik orang lain dengan cara yang halus. Namun, yang terpenting dari sifat kritis adalah kita bisa kritis dengan diri kita sendiri.

Nah, itu tadi adalah perilaku negatif yang sebetulnya sehat buatmu. Jadi, kenali dan manfaat sifat-sifat negatif tersebut demi kemajuan dirimu sendiri. Siap?

Editor : Bagus Hermawan
Source : lifehack.com
Direkomendasikan Untuk Anda :

2 komentar:

  1. bener banget tuh, intinya merubah energi negatif kedalam energi positif...

    BalasHapus